Alaku

Odegaard Siap Hadapi Rice, Norwegia Bidik Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

Norwegia Singkirkan Pantai Gading 2-1, Gol Haaland Antar ke Babak 16 Besar (dok:detiksport)

Miami – Kapten Norwegia, Martin Ødegaard, menatap laga perempat final 2026 FIFA World Cup melawan England national football team dengan optimisme tinggi. Meski akan kembali berhadapan dengan rekan setimnya di Arsenal F.C., Declan Rice, Ødegaard menegaskan target utama Norwegia adalah kembali mencetak sejarah.

Pertandingan yang berlangsung di Miami pada Minggu (12/7) dini hari WIB menjadi ujian berat bagi Norwegia. Tim berjuluk The Vikings itu menghadapi salah satu kandidat kuat juara setelah sukses menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Bagi Ødegaard, duel melawan Rice menjadi momen spesial. Keduanya baru saja mengantar Arsenal meraih gelar Liga Inggris setelah penantian panjang, namun kali ini harus saling berhadapan demi membawa negaranya melangkah ke semifinal.

“Dia pemain yang selalu memberikan segalanya untuk tim, selalu bertarung untuk setiap bola, membawa energi ke dalam permainan, dan mendorong timnya terus maju. Dia bisa melakukan banyak hal di lapangan,” kata Ødegaard memuji Rice.

Meski demikian, gelandang berusia 27 tahun itu menegaskan fokus Norwegia tidak hanya tertuju pada Rice. Menurutnya, Inggris dihuni banyak pemain kelas dunia yang membuat laga nanti menjadi tantangan besar.

“Ini bukan hanya tentang Declan, tetapi seluruh tim mereka dipenuhi pemain-pemain luar biasa. Ini akan menjadi ujian besar bagi kami dan kami menantikan pertandingan tersebut. Mudah-mudahan kami bisa membuat sejarah lagi,” ujarnya.

Norwegia datang dengan kepercayaan diri setelah menyingkirkan Brazil national football team dengan skor 2-1 pada babak 16 besar. Hasil tersebut membawa mereka melangkah ke delapan besar untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.

Ødegaard mengakui kualitas Inggris sebagai salah satu tim nasional terbaik saat ini. Namun, ia menilai keberhasilan mencapai perempat final menjadi modal penting bagi Norwegia untuk kembali memberikan kejutan dan memperpanjang kiprah bersejarah mereka di turnamen tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan