Jakarta – Rafael Struick, penyerang naturalisasi yang baru bergabung dengan Timnas Indonesia, terus mencuri perhatian berkat bakatnya yang menjanjikan. Dengan latar belakang multikultural dan pengalaman bermain di liga internasional, Rafael Struick diharapkan menjadi salah satu kekuatan utama lini depan skuad Patrick Kluivert dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Perjalanan Karier Rafael Struick
Rafael Struick lahir dengan nama lengkap Rafael William Struick pada 27 Maret 2003 di Leidschendam, Belanda. Dengan tinggi badan 185 cm dan berat 78 kg, Rafael memiliki postur yang ideal sebagai penyerang.
Karier profesionalnya dimulai di ADO Den Haag, di mana ia menunjukkan potensi besar di tim muda sebelum menembus tim utama pada musim 2022-2023. Meski tidak mencetak gol di sana, performanya cukup mengesankan untuk menarik perhatian klub-klub di luar Belanda.
Pada musim 2024-2025, Rafael memutuskan untuk merantau ke Australia dan bergabung dengan Brisbane Roar di A-League dengan status bebas transfer. Saat ini, ia mengenakan nomor punggung 7 di klub barunya dan perlahan mulai beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di Australia.
Di level internasional, Rafael Struick resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Mei 2023 setelah melalui proses naturalisasi yang diprakarsai oleh mantan pelatih Shin Tae-yong. Debutnya bersama Timnas Indonesia dan gol perdananya melawan Slovakia U-20 menjadi penanda awal karier internasionalnya.
Statistik Karier Rafael Struick
Berikut ini adalah statistik Rafael Struick di level klub dan tim nasional hingga Maret 2025:
- ADO Den Haag (2022-2024): 11 Penampilan, 0 Gol, 0 Asis.
- Brisbane Roar (2024-Sekarang): 10 Penampilan, 1 Gol, 0 Asis.
- Timnas Indonesia (Sejak 2023): 22 Penampilan, 1 Gol, 2 Asis.
Meski statistiknya belum terlalu mencolok, Rafael memiliki potensi besar yang bisa terus dikembangkan dengan pengalaman bermain yang semakin bertambah.
Hubungan Darah Rafael Struick dengan Indonesia
Rafael Struick memiliki garis keturunan Indonesia dari kedua orang tuanya. Sang ibu memiliki darah Jawa dan Suriname, sementara ayahnya memiliki nenek yang berasal dari Semarang, Indonesia. Keterkaitan ini menjadi alasan Rafael Struick dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Dalam beberapa wawancara, Rafael mengungkapkan kebanggaannya bisa membela Merah Putih. Baginya, kesempatan bermain di Timnas Indonesia adalah bukti kecintaannya pada tanah air leluhurnya dan komitmennya untuk memberikan yang terbaik.
Harapan Masa Depan
Rafael Struick diharapkan dapat menjadi andalan di lini serang Timnas Indonesia, terutama dalam menghadapi pertandingan-pertandingan krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan kemampuan bermain sebagai penyerang maupun pemain sayap, ia memiliki fleksibilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelatih Patrick Kluivert.





