Herdman Pantau Dua Calon Naturalisasi Baru, Matthew Baker Dipercepat ke Timnas

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa dua pemain keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery, tengah masuk dalam proses pemantauan untuk program naturalisasi. Keduanya bahkan sudah bergabung dalam agenda internal game Timnas Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu (30/5/2026).
Kehadiran Mitchell dan Luke menjadi bagian dari upaya tim pelatih memperluas opsi pemain yang dapat memperkuat skuad Garuda pada masa mendatang. Selain kedua pemain tersebut, sesi internal game juga diikuti oleh talenta muda Matthew Baker.
“Mitchell dan Luke, mereka adalah dua pemain yang kami pantau dalam pendekatan naturalisasi,” ujar Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris itu, waktu libur yang dimiliki kedua pemain dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kualitas dan potensi mereka bersama Timnas Indonesia. Mitchell saat ini memperkuat tim sepak bola Georgetown Hoyas di Amerika Serikat, sementara Luke Vickery bermain untuk Macarthur FC di kompetisi Australia.
“Kami memiliki strategi untuk kedua pemain tersebut. Mitchell sedang libur kuliah dan Luke mendapat izin dari klub A-League-nya untuk berlatih bersama kami minggu ini,” kata Herdman.
Ia menjelaskan bahwa Mitchell dan Luke juga akan kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia pada Juni mendatang. Namun, keduanya masih berstatus pemain yang dipantau karena proses naturalisasi memerlukan waktu sebelum bisa memperkuat tim secara resmi.
“Ini kesempatan bagus bagi saya untuk melihat para pemain ini dan memahami kualitas mereka. Mereka juga akan ikut dalam pemusatan latihan bulan Juni,” ujarnya.
Selain membahas dua calon pemain naturalisasi, Herdman juga menyoroti perkembangan Matthew Baker. Ia menilai pemain muda tersebut memiliki potensi besar sehingga perlu mendapatkan akselerasi karier melalui pengalaman bersama tim nasional.
Menurut Herdman, pemain muda berbakat harus diberi kesempatan lebih cepat untuk berkembang dan menarik perhatian klub-klub yang berkompetisi di level lebih tinggi, khususnya di Eropa.
“Matthew adalah talenta muda yang menjanjikan. Ketika melihat pemain dengan potensi seperti itu, penting untuk mempercepat kariernya dengan cepat,” katanya.
Pelatih berusia 50 tahun itu mencontohkan pengalaman saat menangani Jonathan David di Timnas Kanada. Herdman mengaku memberikan kesempatan kepada Jonathan David sejak usia muda hingga akhirnya berkembang menjadi salah satu pemain top dan berkarier di kompetisi elite Eropa.
“Saya mengalami hal ini dengan Jonathan David di Kanada. Kami mempercepat kariernya dan memberinya kesempatan meskipun ada pemain yang lebih senior,” ujar Herdman.
Ia menegaskan pendekatan serupa akan diterapkan kepada sejumlah pemain muda Indonesia, termasuk Matthew Baker dan Muhammad Alfharezzi Buffon. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu mereka mencapai level permainan yang lebih tinggi dalam waktu lebih cepat.
“Matthew Baker dan Buffon adalah cara untuk memperkenalkan mereka ke tim nasional. Semoga mereka bisa lebih cepat naik ke level berikutnya jika memang memiliki kemampuan,” tegas Herdman.






