Alaku

Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap rencana FIFA menjual sebagian saham komersial Piala Dunia melalui skema baru yang digagas Presiden FIFA Gianni Infantino. Menurut Erick, langkah tersebut berpotensi memperkuat pendanaan federasi anggota, termasuk Indonesia, untuk mendukung pengembangan sepak bola.

Erick menilai dukungan finansial FIFA selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap transformasi sepak bola nasional. Karena itu, ia memandang upaya memperluas sumber pendanaan FIFA menjadi langkah yang layak didukung.

“Sepakbola Indonesia sudah berubah banyak dalam tiga tahun terakhir, semuanya sudah bersih. Ranking timnas sudah naik dari posisi ke-174 hingga ke-118. Maka dibutuhkan uang besar untuk melanjutkan transformasi ini,” ujar Erick kepada Sky.

Rencana tersebut akan dijalankan melalui perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE) yang sepenuhnya dikendalikan FIFA. Melalui skema itu, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham kepada investor, termasuk pihak swasta, dengan dukungan perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Thrive Eternal.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan langkah tersebut bertujuan memperkuat fondasi keuangan organisasi sekaligus meningkatkan dukungan bagi 211 asosiasi anggota. Jika terealisasi, setiap federasi disebut berpeluang menerima dana hingga 40 juta dolar AS atau lebih dari Rp720 miliar. FIFA menetapkan batas waktu bagi setiap anggota untuk memberikan keputusan hingga 19 September mendatang.

“Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia. Bagian dari permainan telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa, dan kami merayakan kesuksesan itu dan ingin melanjutkan, karena itu mengangkat seluruh permainan,” kata Infantino.

Di sisi lain, rencana tersebut memunculkan penolakan dari sejumlah organisasi sepak bola. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam pembahasan sebelum proposal diumumkan kepada publik.

Dalam pernyataannya, AFC menegaskan inisiatif yang berpotensi mengubah arah komersial sepak bola dunia seharusnya dibahas melalui mekanisme tata kelola yang transparan dan melibatkan konfederasi serta asosiasi anggota sejak awal. Menurut AFC, setiap keputusan strategis harus dikaji secara menyeluruh, termasuk dari aspek tata kelola, hukum, komersial, dan dampak jangka panjang terhadap sepak bola global.

Seperti diberitakan detikSport, penolakan juga datang dari UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa itu menilai rencana menjual sebagian saham Piala Dunia berisiko menggeser esensi turnamen paling bergengsi di dunia tersebut menjadi sekadar aset komersial. UEFA bahkan menuding FIFA tengah mempertaruhkan “jiwa” sepak bola demi kepentingan bisnis.

Meski menuai pro dan kontra, FIFA tetap meyakini skema baru tersebut akan memperkuat keberlanjutan pendanaan organisasi sekaligus membuka ruang investasi yang pada akhirnya dapat mendukung perkembangan sepak bola di berbagai negara anggota.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan