Alaku

Kurniawan Gagal Bawa Timnas U-17 Lolos, Indonesia Tersingkir di Dua Turnamen

Pelatih kepala Timnas Indonesia U17 Nova Arianto saat memimpin latihan perdana di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025 (Foto: dok pssiorg)

Jakarta – Kurniawan Dwi Yulianto kembali menghadapi hasil mengecewakan bersama Timnas Indonesia U-17 setelah gagal meloloskan Garuda Muda dari fase grup Piala Asia U-17 2026. Kekalahan dari Jepang membuat Indonesia dipastikan tersingkir sekaligus kehilangan tiket ke Piala Dunia U-17 2026.

Bermain di Stadion King Abdullah Sports City, Selasa (12/5/2026) malam WIB, Timnas Indonesia U-17 kalah 1-3 dari Timnas Jepang U-17. Tiga gol Jepang dicetak Ryoma Tsuneyoshi, Takeshi Pada, dan Arata Okamoto, sementara Indonesia hanya mampu membalas lewat Peres Tjoe.

Hasil itu membuat Indonesia menutup fase grup sebagai juru kunci Grup B. Garuda Muda hanya mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan setelah sebelumnya menang atas China dan kalah dari Qatar.

Meski memiliki poin sama dengan China dan Qatar, Indonesia kalah selisih gol sehingga gagal melaju ke babak berikutnya. Sementara Jepang keluar sebagai juara grup dengan catatan sempurna tiga kemenangan.

Kegagalan di Piala Asia U-17 2026 menambah catatan buruk Kurniawan Dwi Yulianto dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, ia juga gagal membawa Timnas Indonesia U-17 lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026.

Pada turnamen tersebut, Indonesia hanya meraih satu kemenangan saat menghadapi Timor Leste, sebelum kalah dari Malaysia dan bermain imbang melawan Vietnam. Hasil itu membuat langkah Garuda Muda terhenti di fase grup.

Usai pertandingan melawan Jepang, Kurniawan menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan timnya memenuhi target lolos ke fase berikutnya.

“Atas nama pribadi dan juga sebagai head coach, penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini,” ujar Kurniawan.

Ia juga mengapresiasi kerja keras pemain dan staf pelatih sepanjang turnamen berlangsung. Menurutnya, seluruh elemen tim telah berupaya maksimal meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

“Sebagai head coach tentunya saya akan bertanggung jawab penuh atas kegagalan untuk mengulang sukses tim yang tahun lalu,” kata mantan striker Timnas Indonesia itu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan